H

Tampilkan postingan dengan label Song of the Heart. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Song of the Heart. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 09 Februari 2013

HOW TO TRAIN YOUR DRAGON pt.2

the teens arrive when the Viking fleet has already discovered the Red Death. Hiccup's classmates distract it while Hiccup attempts to free Toothless. Hiccup and Toothless almost drown, but both are saved by Stoick. Hiccup and Toothless lure the Red Death into flight, ultimately damaging its wings and the forcing it into on inescapable dive back to earth, killing it in a massive explosion. While attempting to flee from the crashing dragon, Hiccup falls and Toothless dives into the flames after him.

Stoick finds Toothless, who reveals on unconscious Hiccup safely wrapped in his wings. Hiccup safely wrapped in his wings. Hiccup wakes up back on the Berk. As he leaves his bed, he discovers part of his left has been replaced by a prosthetic leg made by Gobber. His grief turned to joy, however, as he steps outside to find the Vikings and dragons working together to rebuild their village. He is greeted by everyone, and Astrid rushes to kiss him. The film ends with the war between Vikings and Dragons finally over with Hiccup and his friends racing their dragons.

THE END
cc: Wikipedia

*************************************************************

So, how is it? Cool, right? I recommended you guys to watch this movie!
So, see you all in my next post!
:D

HOW TO TRAIN YOUR DRAGON

Hi guys! It has been awhile since my last post! I'm really really sorry! :( But by the way, I want to tell a story from the "HOW TO TRAIN YOUR DRAGON" movie. This is my favorite movie and I hope that you like it too! :D ENJOY!
***********************************************

HOW TO TRAIN YOUR DRAGON

The island of Berk is a Viking village that is plagued by attacks from dragons. Hiccup, the awkward son of the village chieftain, Stoick the Vast, shoots down a dragon he thinks may be a Night Fury, a rare dragon nobody has ever actually seen. Hiccup locates the dragon in the forest, but finds he is unable to kill the helpless animal. Hiccup instead cuts it free. Meanwhile, Stoick assembles a fleet to seek out the dragons' nest, but before he leaves. he places Hiccup in dragon-killing classes taught by Gobber, the village blacksmith.



Searching the forest, Hiccup finds the dragon trapped in a shallow glade, the dragon's tail was injured, preventing it from flying normally. Hiccup discovers a way to earn the dragon's trust and begins to care for it. He names the Night Fury 'Toothless', for its retractable teeth/ Later, Hiccup fashions a makeshift horness and prosthetic tail that allows him to guide the dragon free flight. Hiccup is able to transfer his knowledge of dragons to the other species of dragons at school, appering the conquer each one in battle and becoming the star pupil, much to the dismay of Astrid, a girl in dragon training on whom Hiccup has a crush and gets the chance to kill a dragon in front of the entire village. Meanwhile, the battered Viking  fleet arrives home.


Later, Astrid follows Hiccup, and is shocked to discover Toothless. She attempts to escape to tell the rest of the village, but Hiccup takes her for a ride on toothless. At first, Astrid is terrified, but then begins to enjoy the excursion, but then Toothless unexpectedly joins a flick of dragons and takes the pair straight into the dragon's nest, where they discover that the Red Death, a gigantic dragon depends on the food they bring back or else it feed on the dragons themselves. Astrid wants to tell the village of the nest, but Hiccup wants to keep it a secret to protect Toothless. Astrid agrees. Before she heads back, she punches his arm, for kidnapping her, and then kisses him on the cheek for 'everything else'.

Hiccup is put to his final exam the next day by fighting a Monstrous Nightmare, but when he tries to show the village the dragon's true nature, Stoick stops the fight, inadvertently angering the dragon and endangering Hiccup. Toothless hears Hiccup's scream and flies in to save him, but is captured himself. Hiccup, attempting to explain his actions, reveals how to find the dragons' nest. He tries to warn his father of the danger, but Stoick refuses to listen to his son, demotes Hiccup from being a Viking, disowns him, and leaves with another fleet, using a restrained Toothless as their guide. Hiccup then concocts a plan to save the Vikings.

*to be continue*

Sabtu, 08 Desember 2012

My Carelessness Is Killing ME!

     Do you know what happened to me this morning? I lost my wallet. My PRECIOUS WALLET! It's not like there were some money in there (Well, there were), but my student card was there! Arghh... I'm so careless! I forgot where I put my wallet after I got home! 
Sh*t! I hate my carelessness so much!
x-(

Sabtu, 01 Desember 2012

T-Swizzle

Hey guys! Yesterday, I found photos of Taylor Swift wearing
hockey uniforms. Arghh... I really want the hockey uniforms!
I'll upload the photos tomorrow, kay? 'Cuz the photos are in my phone, hehehehe.
Then, good night guys!

Minggu, 25 November 2012

SECOND CHANCE pt.6


Bel pulang sekolah pun berbunyi, murid-murid High Scope Senior High segera berhamburan keluar dari kelas. Doni yang tahu suasana hati Jason sedang sangat buruk, segera mengajaknya cepat-cepat meninggalkan kelas saat dilihatnya Jeselyn berjalan menghampiri bangku mereka.
Sekarang mereka sudah berada di perjalanan menuju rumah Jason di daerah Puri Kembangan. Jalanan hari ini macet, dan sekali lagi karena suasana hati Jason sedang buruk, Doni yang menyetir. Selama tiga puluh menit mereka terjebak macet, mereka pun sampai di rumah Jason. Mereka langsung menuju kamar Jason yang berada di lantai dasar dekat halaman belakang.
Tanpa basa-basi, Doni langsung menodong cerita dari Jason dan Jason pun mulai bercerita dengan berat hati. Setelah selesai, Jason mendapati Doni yang tercengang karena mendengar cerita tentang hubungan Jason dan Jeselyn. “Gila tuh cewek! Kayak nggak ada cowok lain aja di dunia sampe ngejar-ngejar lu gitu!” kata Doni heran. “Makanya itu Don, gue bingung sekarang gue harus gimana karena dia sekelas sama kita,” kata Jason.
“Tapi bentar dulu deh, gue masih rada bingung. Sebenernya lu masih suka sama dia atau nggak sama sekali” tanya Doni. Jason diam sesaat lalu mendesah. “Gue juga nggak tau, Don. Kadang-kadang gue kangen dia, tapi pas inget apa yang dia lakuin ke gue, gue jadi lupa lagi sama perasaan kangen gue ke dia. Tapi ya gitu, sometimes I miss her and sometimes I don’t,” jawab Jason. “Jadi gue ambil kesimpulan... Lu belum bener-bener move on dari dia, gitu?” kata Doni, Jason hanya mengangguk lemas. Hening sesaat. Mereka tenggelam dalam lamunan mereka masing-masing.
“Jas, kenapa nggak lu coba sekali lagi sama dia. Gue rasa dia sebenernya sayang sama lu, cuman awalnya ya karena taruhan itu. Tapi gue bingung kenapa gue nggak tau tentang lu pacaran sama dia padahal kita temen sebangku?” kata Doni. “Ya karena gue nggak pernah ungkit-ungkit dia dan kita beda gedung sama dia,” jelas Jason. “Coba aja lu balikan sama dia. Everyone deserve a second chance, right?” kata Doni.
Jason terhenyak. Selama ini dia tidak pernah memikirkan tentang memeberi kesempatan ke dua pada Jeselyn. Mungkin sekarang dia bisa memberi kesempatan lagi untuk Jeselyn. Kali ini, Jason akan membalas salah satu surat yang dikirimkan oleh Jeselyn.

END


SECOND CHANCE pt.5


Bel istirahat berbunyi nyaring. Anak-anak mendesah lega tak lain Jason dan Doni. Mereka segera berjalan keluar kelas dan menempati kingdom mereka di kantin. Sebuah meja di pojok kantin yang tepat bersebelahan dengan kolam ikan.
“Oke, sekarang lu harus cerita,” todong Doni. “Cerita apaan?” Jason pura-pura tidak mengerti. “Jangan sok nggak ngerti deh lu! Udah lima tahun kita sekelas dan selalu duduk sebangku. Sekarang cerita!” tuntun Doni tegas.
Jason terdiam lama lalu dihembuskannya napas dengan berat. “Anak baru tadi, mantan gue Don,” kata Jason mulai bercerita. “Terus?” tanya Doni. “Dia selama ini, semenjak putus tepatnya. Selalu ngirimin surat permintaan maaf dan ngajak balikan ke gue. Tiap minggu malah,” jelas Jason. Doni hanya bisa diam tidak percaya. “Kalau lu nggak percaya, hari ini lu ke rumah gue dan liat semua surat-surat itu,” kata Jason. “Oke, hari ini gue ke rumah dan lu harus cerita semuanya di sana dengan sangat jelas,” kata Doni.
Saat mereka mulai menyantap makanannya, tangan putih dan sehalus porselen menyentuh bahu Jason dengan pelan. Jason menoleh dan diam saat mendapati siapa orangnya.
“Hai Jason! Lama nggak ketemu,” sapa Jeselyn ramah seperti tidak terjadi sesuatu diantara mereka. Bisa dilihat oleh Doni, Jason membalas dengan senyum yang dipaksa, “Oh, hai Jes. Kenapa pindah?” tanya Jason tanpa basa-basi. “Kayaknya lu nggak seneng banget gue pindah ke sini. Oh iya, hai,” kata Jeselyn sambil menyapa Doni. “Hai, gue Doni,” Doni memperkenalkan diri. “Gue Jeselyn. Eh gue duluan ya,” kata Jeselyn.“Haha, nggak berubah sampai sekarang,” kata Jason lebih pada dirinya sendiri namun masih bisa didengar oleh Doni.
Tak lama, bel pun berbunyi dan murid-murid kembali ke kelasnya masing-masing. Selama di kelas, Doni bisa menyadari Jeselyn diam-diam curi pandang ke arah Jason dan Jason tahu kalau dirinya sedang diperhatikan berubah menjadi sangat pendiam hari ini. Sepertinya memang ada yang salah di antara mereka berdua, pikir Doni.
►►►

SECOND CHANCE pt.4


Jam menunjukkan pukul 06.00 WIB tapi Jason belum juga bangun. Mama dan papanya yang sudah siap untuk sarapan harus menunggu putra tunggal mereka siap. Tapi ini sudah lewat dari waktu sarapan mereka yang biasa. Mama Jason memanggil Mbok Darul untuk membangunkan Jason. Sebelum Mbok Darul mengetuk pintu kamar Jason, pintu kamar itu terbuka dan Jason keluar dengan pakaian seragam lengkap dan mata yang sayu seperti orang yang tidak bisa tidur.Ya, Jason semalam memang tidak bisa tidur dengan lelap padahal fisik dan mentalnya lelah.
“Pagi Mbok,” sapa Jason. Tanpa menunggu balasan, Jason msegera menuju ruang makan. Mama dan papanya sudah mulai memakan sarapan mereka. “Jason, tumben kamu bangunnya siang,” kata mamanya saat Jason duduk di hadapan mamanya. “Capek ma,” jawab Jason singkat dan segera menyantap sarapannya.
Tak lebih dari lima menit, Jason selesai sarapan dan menuju ke car port, mobilnya sudah ada di sana. Setelah memberi salam, Jason mengeluarkan mobilnya dari rumah dan menuju sekolahnya. Pagi ini jalanan cukup senggang, hanya dibutuhkan dua puluh menit untuk bisa sampai di sekolahnya.
►►►
Kelas XI-2 IPA baru berisi beberapa orang. Jelas saja, hampir seluruh murid di kelas itu mengikuti acara hiking kemarin. Jason duduk di tempat biasa, kursi ke tiga dari meja guru dan barisan ke tiga dari pintu.
“Tumben gue lebih pagi daripada lu, biasanya lu udah stand by duluan di sini,” teriak Jason pada Doni yang baru saja memasuki kelas dengan bagian bawah mata yang hitam sama seperti Jason. “Capek bro! Emang lu nggak capek? Ahh.. lupa, lu kan emang suka hiking dari dulu jadi abaikan aja ucapan gue barusan,” kata Doni sambil menuju tempat duduk di sebelah Jason. Jason dan Doni sudah lima tahun menjadi teman sekelas, dan sudah lima tahun pula mereka duduk sebangku.
“Katanya ada anak baru lho, Jas,” kata Doni sambil mengeluarkan botol minumnya, “Oya? Tahu dari mana lo?” tanya Jason. “Denger-denger aja sih,” jawab Doni. Tak lama kemudian bel berbunyi tanda pelajaran akan dimulai. Pak Yogi, wali kelas dan guru matematika kelas XI-2 IPA, memasuki ruangan. “Pagi anak-anak,” sapa Pak Yogi. “Pagi Pak,” jawab murid XI-2 IPA serempak. “Pagi hari ini kita kedatangan murid baru. Jeselyn Monalisa,” Pak Yogi memperkenalkan. Doni, yang duduk di sebelah Jason dapat melihat dengan jelas bagaimana air muka Jason berubah menjadi tegang. “Kenapa Jas?” bisik Doni. Jason diam. Dia masih memperhatikan anak baru yang memasuki ruangan.
“Jeselyn, perkenalkan nama mu pada teman-teman baru mu,” suruh Pak Yogi. Jeselyn mengangguk. “Halo, nama saya Jeselyn Monalisa. Saya pindahan dari SMA Labschool. Kalian bisa manggil aku Jessy or anything you like. Salam kenal semuanya,” Jeselyn memperkenalkan diri. “Oke. Sekarang kamu duduk di sebelah Retno,” kata Pak Yogi pada Jeselyn. Retno, yang duduk di barisan paling belakang di baris ke dua dari pintu, mengangkat tangan mengajak Jeselyn duduk di sebelahnya.
Saat melewati bangku Jason, Jeselyn tersenyum ke arahnya namun dihiraukan oleh Jason. Doni yang melihat kejadian tersebut bingung dengan reaksi Jason. Tidak biasanya Jason tidak membalas senyum dari siapa pun. Dan tingkah lakunya itu juga menjadi nilai tambah untuk Jason. Tapi kejadian tadi, membuatnya berpikir.
“Baik anak-anak, kalian boleh berkenalan lebih jauh dengan Jeselyn saat jam istirahat. Sekarang buku buku cetak kalian halaman dua puluh,” perintah Pak Yogi. Setelah menjelaskan materi, Pak Yogi menyuruh murid kelas XI-2 IPA mengerjakan soal.
“Jas, lu kenapa?” tanya Doni dalam bisik. Jason diam. Matanya tertuju pada buku tapi jelas pikirannya tidak tertuju pada buku itu. “Jason,” panggil Doni sambil menyikut tangan Jason. “Eh iya?” kata Jason tersadar dari lamunan. “Lu kenapa?” bisik Doni. “Nggak napa-napa. Emang gue kenapa?” bisik Jason. “Pokoknya lu istirahat temenin gue ke kantin dan lu harus cerita sama gue apa yang terjadi,” tuntuk Doni.
“Pak Doni, Pak Jason, kalian sudah selesai?” tegur Pak Yogi. “Belum pak,” jawab Doni. “Kalau begitu kerjakan, jangan ngobrol,” kata Pak Yogi tegas. Jason dan Doni mengangguk mengerti.
►►►

Rabu, 14 November 2012

SECOND CHANCE pt.3


“Ya, terima kasih karena kalian sudah mau berpartisipasi dalam acara hiking ini. Semoga adek-adek nggak kapok ya ikut acara ini. Sekian dari panitia. Sekarang kalian boleh kembali ke rumah masing-masing,” kata kakak pembina menutup acara hiking tahun ini. Mereka sudah kembali dari tempat diadakannya hiking, dan sekrang mereka berada di Jakarta.
“Don, mau pulang bareng nggak?” ajak Jason. “Gue dijemput abang. Lu jalan aja duluan,” tolak Doni. “Jaman kali udah kelas XI masih dijemput?,” ejek Jason. Yang diejek pura-pura tidak mendengar. Jason pun merapikan barang-barangnya dan memasukkannya ke dalam bagasi mobil. Lalu, Jason duduk di kursi kemudi dan menyalakan mobilnya. Dia melaju dengan santai.
Tak lama, dia sudah berada di depan rumahnya. TIN TIN. Jason membunyikan klaksonnya. Pintu gerbang pun terbuka. Jason melaju pelang memarkir mobilnya di car port. “Nggak usah dibawain Mas, biar saya bawa sendiri,” kata Jason pada Mas Joko, salah satu pembantu di rumahnya.
Setelah menurunkan barang-barangnya dari bagasi, Jason membawanya masuk dan meletakkannya di dapur. “Mas Jason, ada surat lagi,” kata Mbok Darul. “Di mana Mbok? Dari siapa?” tanya Jason. “Di meja tengah Mas. Kayaknya sih dari orang yang sama,” jawab Mbok Darul sambil membawa barang-barang Jason. Sebelum menuju ruang tengah, Jason mengambil segelas air dingin.
“Nggak bosen-bosen apa tuh orang ngirimin surat mulu ke gue?” gerutu Jason. Tanpa membukanya, Jason langsung membuat surat-surat itu ke dalam tong sampah. Dari semenjak Jason putus dengan mantannya, Jeselyn, Jeselyn selalu mengirimi surat permintaan maaf dan mengajak Jason untuk kembali berpacaran dengannya. Tapi surat-surat itu selalu dihiraukan Jason, tetapi surat itu tetap berdatangan hampir setiap minggu.
Setelah membuang surat-surat tersebut, Jason duduk di sofa kesayangannya dan menyalakan tv. Dilihatnya semua saluran tv tapi tidak ada yang menarik perhatiannya dan dimatikannya kembali. Jason bangun dari tempatnya dan menuju kamarnya.
Setiap menerima surat dari mantannya, Jason selalu menyalakan tv dan mematikannya kembali. Kegiatan itu sudah seperti rutinitas baginya setelah menerima surat-surat tersebut. Sekarang dia masih capek karena acaara hiking ditambah lagi dengan surat-surat dari Jeselyn membuat suasana hati dan fisiknya semakin memburuk. Jason mengganti bajunya dengan baju santai dan duduk di pinggir kasurnya.
Dia mengusap wajahnya dan memandang lantai kamarnya. Sudah satu tahun berlalu dia putus dengan Jeselyn. Tapi Jeselyn terus mengiriminya surat-surat yang tidak penting. Jason tersadar dari lamunannya dan menggelengkan kepalanya. “Untuk apa gue mikirin hal kayak gitu? Nggak guna,” kata Jason untuk dirinya sendiri. Lalu dia merebahkan badannya di kasur dan mulai mencoba untuk tidur.
►►►

Senin, 12 November 2012

SECOND CHANCE pt.2


“Tuh kan bener apa kata gue! Kalau ngikutin aliran sungai pasti kita keluar dari hutan deh!” kata Jason bangga. “Sip lah Kak Ketu! Yang penting sekarang gue bisa makan! Laper banget gue dari tadi!” teriak Tommy. “Kak Tommy laper? Nih Kak, makanan ku masih ada,” tawar Kiki dengan senyuman semanis mungkin. “Makasih Kiki, kamu emang yang terbaik deh!” Tommy melancarkan serangan gombalnya. Saat ini, Jason dan regunya sudah berada di desa di hilir sungai.
Jason mengeluarkan hp-nya dari saku jaketnya dan menghubungi nomor salah satu panitia acara hiking.
Halo?” hubungan tersambung.
“Ya, halo. Saya ketua dari Regu Kepo, Jason Adisaputra,” 
Oh kamu! Sekarang kalian di mana? Sudah hampir lima jam kita nunggu di markas, kalian nggak nongol juga!” kata seseorang dari seberang.
“Maaf Kak, tadi kita sempat tersesat. Sekarang kita ada di desa di hilir sungai Kak,”  
Oke, sebentar lagi tim panitia akan menjemput kalian. Kalian tunggu saja di sana,” lalu sambungan diputus.
“Woi, Jas! Nggak mau makan lu? Tuh anak-anak diundang makan di salah satu rumah,” kata Doni. “Sip, nantilah gue makannya. Lu nggak makan?” tanya Jason. “Udah dong, emang gue kayak lu? Sok diet,” ejek Doni. “Telepon siapa lu barusan?” lanjutnya. “Markas. Bentar lagi kita dijemput panitia,” jawab Jason. Doni mengangguk mengerti.
“Jas, gue mau nanya deh,” kata Doni. “Extacly yes, apaan?” jawab Jason. “Lu udah pernah pacaran apa belom? Kayaknya gue nggak pernah ngeliat lu deket sama cewek deh,” kata Doni. Jason diam sesaat. “Dulu, gue pernah pacaran. Baru sekali sih. Dan nggak berkesan baik buat gue,” cerita Jason. “Nggak berkesan baik gimana?” tanya Doni tak mengerti. “Ya... Gue pacaran dan putusnya berantem. Mantan gue ternyata cuman jadiin gue taruhan. Kurang lebih kayak gitu,” jelas Jason. “Wow. Sori,” kata Doni tak enak hati. “Nggak papa lagi, santai aja,” kata Jason.
“Terus, sekarang kenapa lu selalu nolak semua cewek yang nembak elo?” tanya Doni penasaran. “Entah ya, mungkin itu trauma atau apa emang gue yang nggak mau nyoba lagi,” jawab Jason. “Hah? Lo nggak mau pacaran lagi? Berarti lo mau hidup seorang diri gitu?”, “Alah! Lebay lo! Nggak gitu juga kali. Buat sekarang aja,” kata Jason. Doni mengangguk-anggukkan kepalanya. “Eh, laper nih! Temenin gue makan dong,” ajak Jason. “Dasar. Giliran anak-anak udah pada mau selesai makan aja lu baru makan,” gerutu Doni. Tapi Doni tetap menemani Jason.
Tak lama kemudian, panitia pun datang. Jason dan regunya segera kembali ke markas bersama dengan panitia.
►►►

Minggu, 04 November 2012

SECOND CHANCE pt.1


Suara air mengalir terdengar dari kejauhan. Jason dan regunya mengikutih arah asal suara itu. Semakin lama semakin terdengar jelas di telinga mereka. Tak lama kemudian, akhirnya mereka menemukan aliran sungai tersebut. “Oke, sekarang kita bisa dibilang aman. Pasti kita akan menemukan jalan keluar dari hutan ini,” kata Jason yakin. Teman se-regunya hanya berharap demikian, sebab sudahdari tiga jam yang lalu mereka berjalan menyusuri hutan ini dan sama sekali tidak menemukan adanya tanda kehidupan, selain mereka tentunya.
“Kak, jadi sekarang kita ngapain?” tanya Jocelyn, salah satu adik kelas yang berada di regunya. “Kita istirahat dulu, OK?” jawab Jason. Jocelyn menganggukkan kepala sebagai jawaban.
 “Bos! Lo tau sesuatu?” tanya Doni yang sedari tadi berada tak jauh dari Jason. “Tau apaan? Gue ganteng? Elah, itu mah udah bukan rahasia umum kali...!” jawab Jason. Doni menjitak kepala Jason keras, “Bego! PD mampus lu!”. “Hehehe. Gue tau sesuatu? Sesuatu apa ya sebenernya? Lebih spesifik dong lu kalo mau ngasih pertanyaan,” kata Jason. “Gue rasa Jocelyn suka sama lu,” goda Doni. “Gue tau kok gue banyak nge-fans,” kata Jason dengan bangganya. “Gue bingung, kok gue yang sekeren dan sepinter ini bisa punya temen yang PD mampus gini? Salah apa gue bisa dapet temen yang kayak begini,” ratap Doni. Sekarang gantian Jason yang menjitak kepala Doni dengan keras. “Sekarang siapa yang PD mampus, hah?” kata Jason.
Sebenernya Doni sudah terbiasa dengan jawaban ‘Gue tau banyak nge-fansdari Jason setiap Doni memberitahu bahwa ada seseorang yang suka padanya. Sudah lima tahun Jason dan dirinya berteman tapi tak pernah sekalipun Doni melihat Jason ada hubungan spesial dengan perempuan manapun. Padahal menurutnya, Jason memiliki wajah yang ganteng (tentu tidak lebih ganteng dari dia sendiri), gaya yang keren dan memiliki nilai jual yang tinggi. Tapi setiap perempuan yang menyatakan perasaan pada Jason, selalu ditolaknya secara halus. Bahkan saat permadona sekolah mereka- Lucy Daniella-menyatakan perasaan padanya, Jason tetap menolaknya. Ini dia salah satu dari nilai jual Jason, dia sulit untuk dipikat para kaum hawa di sekolah mereka.
“Bengong mulu kerjaan lu. Lagi mikirin kenapa gue bisa lebih ganteng dari lu? Ya itu mah emang udah takdir ya gue dilahirkan lebih ganteng daripada lu,” ejek Jason. “Sialan lu!” kata Doni sambil menoyol kepala sobatnya itu.
►►►

Kamis, 09 Agustus 2012

The Most Tiring Week EVER!

     Ola! These days I feel so tired! I have lots of stuffs to do. Apalagi sekarang di sekolah gue ada pesantren ramadhan.. beehhh... makin capek! Ya, walaupun gw NONI (Non Islam), yang rohkris masi punya acara and unfortunately I'm one of the event organizer. Belum lagi ada tugas penjas. Ya emang sih tugasnya gampang, tapi capeknya itu lhoo.. nggak nahan coy! Udah dikumpulinnya minggu ini lagi -_- Ini aja gw pingin tidur tapi nggak jadi-jadi. Ngantuk sih, tapi nggak pengin tidur. Aneh ya? Dan yang paling parah adalah...................................................................
BESOK ADA TRY OUT UN!
     Mau belajar kapan gue?? Udah capek, ngantuk, males.. Kumplit banget dah! 

Rabu, 01 Agustus 2012

My Goals...

     Hola! Now, I'm in grade nine!! Wuhuuuu... This is my last junior high year^^ :* Time surely passed fast. Karena gue udah kelas 9, gue memberlakukan cara gue pas gue kelas 6 dulu sebelum menumpuh National Examination, yaitu membuat list ttg target gue, which I like to call it "My Goals".
     So here is my target list, My Goals:

  1. To be the star of my class (Both semester)
  2. Rank. 3 besar pararel! (kalau bisa malah rank.1^^)
  3. Nem gue 39.00 s.d. 40.00, min. 38,50 (bukannya sok, tapi menurut gue, we can make our goals as high as we want, right? So that we feel challenged and have so many fighting spirit in our blood (y))
  4. Masuk SMAN 65 AKSEL! 
  5. And my examination test scores are:
    • Math : 100
    • Science : 100
    • English : 100, and
    • Bahasa : 98
Doain gue yaw so that I can achieve my goals, malah kalau bisa melebihi! (AMIN) :D

Rabu, 18 Juli 2012

Demo Ekskul :D SUKSES!

Hai kawan! #eaa karna masih masa masa orientasi peserta didik baru a.k.a  MOPD(dulu masa orientasi siswa a.k.a MOS) kayak kebawa gitu dehh.. Biasaaa promosiin eskul :3 Lo semua pasti tau lah kalo di setiap MOPDB pasti ada demo ekeskul, dan tadi demo ekskul gw berhasil! Gw, tepatnya semua yang ikutan demo, seneeeeeeennngggggg banget! Padahal H-1 kita tuh udah pesimis demo kita bakal ancur! Apalagi setelah mendengar komentar kakak-kakak alumni tentang latihan demonya, beeehh... langsung nge-down banget! Tapi untung aja sukses, ya walaupun nggak bisa dibilang kompak banget sih -__- Tapi yang penting bagus deh! Udah gitu tepuk tangannya paling banyak lagi! Seneng gilaaaa!!! Semoga nanri banyak yang masuk dan bertahan deh :p Hehehe... Wish us luck guys :D BTW, mungkin gw bakal nge-post foto-fotonya di lain waktu yak, soalnya ngambil gambarnya nggak pake kamera gw pake kamera temen gw :p

Rabu, 11 Juli 2012

Secret Admirer? Hati-hati.

   Secret admirer. Penggemar rahasia. Haha.. How that two words suit me well! Poor me. I'm so pitiful to be one of those secret admirers. So, this is the first time gw nge-post tentang cowok. Ck ck ck. Segini frustrasinya kah gw sampe nge-post di blog?! Gw merasa bego banget tau nggak sih sambil nulis ini post. Saking frustasinya gw, saking desperate nya gw, saking menyedihkannya gw. Ck ck ck. It really does change me. Thanks to that brat, that jerk! Who do you think you are, jerk? Easily comes in my head, my hopes, my dreams?! Arghh,,, Thos is so frustrating!
   Tau nggak sih gw lagi jadi penggemar rahasia? Dengan gampangnya gw terpesona dengan pesona dia! What a fool! Awalnya gw biasa aja, lama-kelamaan gw jadi berubah, ya kayak gini. Gw aja bingung gw sebenernya suka sama dia apa nggak! Tapi menurut gw sih gw nggak suka sama dia, Cuman gw kayak terobsesi sama dia. You know, sebenernya gw belum pernah pacaran dan niatnya gw pinginnya tuh dia jadi pacar pertama gw (oke ini menjijikan!). Entah ya, dari dulu sampe sekarang gw nggak tau siapa yang suka sama gw. Beda jauh sama temen-temen gw yang lain, mereka walaupun belum pernah pacaran tapi mereka tau siapa yang pernah suka mereka (lebih jelasnya mereka tau soalnya mereka pernah ditembak cowok, dan mereka nolak.)
   Wahh... ternyata gw baru sadar, gw bukan terobsesi buat dia jadi pacar gw, tapi buat dia nembak gw. Setelah menyadarinya, gw bener-bener telah hilang pikiran! Gw udah gila sampe mikir sejauh itu! Waw, gloo.. You surely changed.
   Ternyata ada baiknya juga ya nge-post beginian, otak gw yang tadinya nggak mau mikirin soal beginian jadi mikir apa yang sebenernya terjadi sama gw. Waw... Gw masih nggak nyangka ternyata gw bisa juga jadi salah satu cewek terbego di dunia! Ck ck ck. Thanks blog, lu udah ngebantu gw buat numpahin semua perasaan yang selama ini gw pendam sendiri. Tapi sekarang masalahnya gw malu buat terbitin ini post? Gimana dong sekarang? Hadeeehh... Susah ya ternyata. Apa gw pindahin ke ms.word aja kali ye? Sepertinya lebih aman. Ah nggak deh, males lagi gw nge-buka ms.word nya.

   Thanks Blog! Yang baca tolong dimaklumi yah, soalnya ini pertama kalinya gw ngerasa kayak gini dan gw bingung gw mau cerita sama siapa. Bukan bingung tepatnya, tapi malu untuk nyeritain ke orang-orang yang gw kenal. Lebih baik gw kasih tau orang yang nggak kenal sama gw aja, terlihat lebih aman. Ahh.. Tapi pasti temen gw juga ada yang baca ntar. Bomat dah! Yang penting sekarang gw udah lega, dan gw udah nggak perlu mikirin persoalan yang beginian lagi, karna gw udah ketemu jawabannya. Entah jawabannya itu benar apa nggak, yang penting gw udah ketemu jawabannya dan gw males mikirin kemungkinan yang laen.

  Thanks and sorry :p Bye!

Senin, 09 Juli 2012

#curhatanadmin2

   Ternyata bikin novel itu susah ya? Jangankan novel, bikin cerpen aja susah -_-
Jadi gini lhoo... gue itu sedang berusaha bikin cerpen, nah pembukaan cerpennya tuh yang di post sebelumnya. Awalnya sih gue yakin gue bisa ngelanjutin tuh novel, tapi ternyata nggak bisa. Atau lebih tepatnya belum bisa. Ck ck ck... Udah berapa cerpen yang gue buat tapi nggak diselesein? Banyak! Ada tujuh atau sepuluhan lah~ 
   Jadi inget kata-kata kakak gue. Katanya, kalo orang udah sering baca novel bisa nulis juga, ya paling nggak nulis cerpen lah. Nah gue?? Mungkin gue hanya berbakat sebagai pembaca, bukan penulis kali ya? Yah biarlah, kalo gue mau dan emang lagi pingin dan ada ide gue juga ujung-ujungnya nulis cerpen. Tapi seperti yang udah gue bilang tadi, nggak selesai-selesai. Keren kan?? #stress .
   So by the way, selasa ini gue udah mulai les -_- Liburan gue cuman seminggu coi! Hadeeehh... Jaman sekarang sekolah tuh kayaknya pelit banget yak ngasih siswanya libur?? Tapi aneh juga ya, kadang kalo lagi liburan pinginnya sekolah, kalo lagi sekolah pinginnya libur. Trus kalo udah mau deket liburan seneng, dan kalo udah masuk seneng juga (yang ini tergantung orangnya ya :0). 

I think that's all for now~ Bye!

Sabtu, 07 Juli 2012

New Prologue for my new short story! What do you think??

  Hey guys! Gue sedang mencoba membuat cerita pendek lagi nih... Tapi nggak tau sih ini cerita mau gue terusin sampe abis apa bernasip seperti cerpen-cerpen gue yang lain (nggak dilanjutin gitu maksudnya._.). But anyways, gue emang baru buat pembukaannya aja sih.. Tapi lumayanlah ada sedikit semangat dalam diri gue pas udah selesai bikin prolog nya #ea #sok. So here it is.. Check this out and please leave a comment about this pre-prologue :p

***

  MELIHAT mereka kedatangan 'tamu' yang dapat singgah begitu lama, lalu pergi kembali. Tak lama kemudian, datang 'tamu' yang lain.Singgah sebentar, lalu pergi kembali. Terus menurus terulang, sampai mereka mendapatkan satu 'tamu' yang benar-benar dapat tinggal lama, atau mungkin selamanya. 
  Sedangkan aku, satu 'tamu' pun tak kunjung singgah. 'Tamu' yang sedari dulu kutunggu, tak kunjung datang. 'Pintu gerbang' ku yang selalu terbuka tanpa 'penjaga', kini hampir tertutup. Namun, kubiarkan sedikit celah. Lama ku menunggu, tidak ada tanda aku akan kedatangan 'tamu'. Kuputuskan tuk menutup 'pintu gerbang'ku. Kali ini tanpa bercelah dan 'berpenjaga'.
  Hampir kuperketat pengamanan 'rumah'ku saat suatu hari yang tak ditunggu, terdengar suara 'ketukan' di gerbang.

***
  So, how is it? Mungkin agak susah dimengerti (karena begitu banyak tanda kutip -_-), tapi kalau dibaca bener-bener pasti bakal tau kok arti 'tamu', 'rumah', 'pintu gerbang', 'penjaga', dsb. Good luck! Oh ya.. Leave comments please :p

Jumat, 29 Juni 2012

Without HIM I'm NOTHING

Thank you Lord for all your blessing to me :) And for Your Love and Grace to me :)

Hari ini, gw abis bagi rapor. And guess what??? I'm the star of my class again! Whoaaa... Yes! I'm so happy! Yesterday, I felt so worried about my report. I was scared that I would be in the second rank, or even the third! But, fortunately I'm still the star :) I know is sounds like cocky but, hey... I'm so happy now, what can I do?

Truth is gw sebenernya ragu gw bisa jadi juara satu lagi di kelas. Kenapa? Karena gw merasa gw nggak ngeluarin semua kemampuan gw kayak semester satu. Kalau kata guru gw, gue dilema dengan apa yang sudah gw terima. Dan, gw seneng banget... Gw masih bisa jadi juara kelas dan peringkat pararel gw juga naik jadi rank 4 (dulu 6). Like the title, without Jesus I am NOTHING! Without His love and frace and blessing, I am surely nothing.

Gw jadi inget gw punya janji sama Dia. Dan sepertinya ini tegoran supaya gw ngelakuin apa yang udah gw janjiin sama Dia.

Ok then, I think that's all from me. Thnks :)

Rabu, 16 Mei 2012

(1st)

Sering banget gue baca di novel atau pun di komik tentang bagaimana rasanya ketika dada terasa berat, terasa sesak. Dan tentu aja, dengan perasaan campur aduk. Bisa senang, sedih, marah, atau malah semuanya jadi satu. Gue penasaran bagaimana sih rasanya pas dada kita terasa berat atau sesek? Selama ini gue cuma bisa ngebayangin dan ujung-ujungnya, nggak berhasil dan gue malah meremehkan tokoh yang nangis gara-gara dadanya sesak, atau berat, atau penuh itu.

Sampai tadi gue ngerasain sendiri. Yah, bukan secara langsung juga sih, maksudnya tuh kayak perokok pasif gitu. Gue abis baca satu novel yang bener-bener endingnya bisa dibaca tapi jalan menuju endingnya itu ribet. Dan menjengkelkan untuk lebih jelas.
Di novel itu menceritakan bagaimana persahabatan antar cewek dan cowok, lalu pacaran, dan mereka menyadari kalau mereka nggak bisa jadi lebih dari teman.

Sebenernya sih di novel itu nggak ada tulisan kalau misalnya tuh si cewek merasa dadanya berat, sesak, atau penuh gara-gara sahabat cowoknya itu. Tapi itu yang bikin pembacanya bisa berkhayalan dan dapat merasakannya sendiri. Dan itu terjadi sama gue. Setelah gue baca novel itu, dada gue nyesek, penuh, berat, sesak. Rasanya tuh pengin nangis tapi ditahan. Dan gue akhirnya tau, kenapa di setiap novel atau komik yang menceritakan seorang tokoh yang dadanya terasa sesak, penuh, atau berat berujung menjadi tangisan. Entah itu tangisan bahagia, haru, atau memang arti tangisan sesungguhnya (sedih). 

Susah untuk diungkapkan dengan kata-kata. Jadi sebaiknya lo baca aja novelnya. 
Moonlight Waltz
Ciptaan Fenny Wong, terbitan Gagasmedia.
Wajib dibaca lhoo...!!

Jumat, 20 April 2012

Imagination is A Fantasy

Imajinasi. Imajinasi menurut gue itu penting. Karena, di saat kita sedang bermasalah, di masa-masa suram kita, kita sangat dianjurkan untuk berimajinasi yang positif. Kenapa gue bilang sangat dianjurkan? Karena, dengan berimajinasi kita dapat melupakan apa yang sedang menimpa kita, sama seperti saat kita membaca buku. Berimajinasi itu sulit. Tidak semua orang dapat berimajinasi. Contohnya, seperti di film Spongebob. Yang bisa berimajinasi di antara Spongebob, Patrick, dan Squidword hanya Spongebob dan Patrick saja. Biasanya, orang yang serius itu mungkin susah untuk diajak berimajinasi. Karena, orang yang serius itu hanya meladeni yang penting saja. Mungkin mereka menganggap kalau berimajinasi itu salah satu hal yang tidak penting.

Imajinasi itu adalah fantasi. Setelah berimajinasi, kita dapat kembali berpikir tenang. Malah terkadang kita ingin mengulang apa yang telah kita imajinasikan. Bagi gue, imajinasi itu tempat dimana kreatifitas gue berkembang, tempat dimana khayalan gue bertumbuh menjadi sesuatu yang terkadang sangat gue inginkan terjadi di kehidupan nyata gue.

Imajinasi adalah sebuah fantasi. Jadi, kita dapat mengimajinasikan apapun yang kita mau.
Fantasi itu menurut gue sebuah khayalan seperti fairy tale. Karena itu, gue suka banget berimajinasi. Daripada nggak ada kerjaan mendingan berimajinasi. Apalagi berimajinasi tentang apa yang sangat pingin terjadi di kehidupan.

Jumat, 06 April 2012

Disappointed prt.2

"Because I know the feeling of doing something wrong, and it feels sucks."

Yes, this phrase is meant a lot to me. And I've felt it before. It is really sucks when you find out that you did something wrong.
You know that I have joined the speech contest, and then I failed....blablablabla. And now, I'm wondering when will I give at least a trophy to my school? And then I realize, I've missed the time when I should give a trophy to my school. 'Till now, I feel disappointed in myself.